ESAI
I. Pengertian Esai
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Esai adalah suatu karangan prosa yang membahas suatu masalah sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya. Sedangkan menurut Hans Bague Jassin, memberikan pengertian bahwa esai adalah uraian tulisan yang membicarakan bermacam ragam masalah, baik politik, sosial, hukum, pertanian dan lain sebaginya. Esai tidak tersusun secara teratur akan tetapi ada garis besar yang dapat dipetik dari bermacam tulisan yang diutarakan.
II. Ciri-ciri Esai
1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
2. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
3. Selalu tidak utuh. Penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
4. Memenuhi keutuhan kriteria penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
5. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
6. Mempunyai ciri pribadi, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
III. Bentuk Esai
Esai terbagi menjadi dua, Esai Formal dan Esai Informal. Bentuk Esai Informal biasanya lebih mudah ditulis, karena lebih bersifat personal, jenaka, dengan bentuk yang bergaya, struktur yang tidak terlalu formal, dan juga bertutur. Sedangkan, bentuk Esai Formal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa, dan peneliti dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Formal Esai dibedakan dari tujuannya yang lebih serius, berbobot, logis dan lebih panjang.
IV. Tipe-tipe Esai
1. Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.
2. Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat.
3. Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca.
4. Esai pribadi. Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri
5. Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan
6. Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan.
V. Struktur Penulisan Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi dalam minimal lima paragraf :
• Paragraf Pertama. Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut dengan esainya. Esai ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas ya RG Squad, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan esai tersebut dalam beberapa sub topik.
• Paragraf Kedua, Ketiga, dan Keempat. Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung esai dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
• Paragraf Kelima (terakhir). Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali esai dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca.
VI. Tujuan Menulis Esai
Tujuan menulis Esai antara lain;
1. Melakukan eksplorasi atas respon individu terhadap suatu peristiwa, keadaan ataupun ide dan gagasan tertentu (Personal essay).
2. Mengajak pembaca untuk meyakini opini penulis dan dapat juga untuk meyakinkan pembaca agar melakukan suatu aksi tertentu (Persuassive Essay).
3. Menjelaskan tentang bagaimana melakukan sesuatu hal ataupun menunjukkan bagaimana sesuatu bekerja (How-to-Essay).
4. Membandingkan dan mengkontraskan dua atau lebih ide, peristiwa, literatur atau hal lainnya (Compare-and-contrast-Essay).
5. Menunjukkan tentang bagaimana suatu sebab akan menimbulkan dampak tertentu (Cause-and-effect-Essay).
6. Mendeskripsikan suatu permasalahan dan menawarkan solusinya (Problem-and-solution-Essay).
VII. Langkah-langkah menulis Esai
1. Tentukan topik.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan ditulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, maka langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi jika ingin melakukan analisis khusus, topik harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, kita harus memepersempit lagi topiknya.
2. Buatlah outline atau garis besar ide-ide yang akan dibuat.
3. Tuliskan esai dalam kalimat yang singkat dan jelas.
Suatu pernyataan esai mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Pernyataan esai terdiri dari dua bagian:
– Pertama, menyatakan topik. Contoh: Kebudayaan Indonesia, KKN di Indonesia
– Kedua, menyatakan poin-poin dari esai kalian. Contoh: memiliki keanekaragaman, memerlukan waktu yang lama untuk memberantasnya, dst.
4. Tuliskan tubuh esai.
Mulailah dengan poin-poin penting, kemudian buatlah beberapa sub topik dan kembangkan sub topik yang telah kalian buat.
5. Buatlah dengan menarik perhatian pembaca.
a. Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
– Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang dibuat.
– Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang dimaksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, kalian harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
– Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin.
b. Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan esai.
c. Tutup paragraf dengan pernyataan esai
6. Tuliskan kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah kalian kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca.
7. Berikan sentuhan terakhir
a. Teliti urutan paragraf mana yang paling kuat. Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah menjelaskan suatu proses, maka harus bertahan pada urutan yang dibuat.
b. Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
c. Teliti tulisan.
d. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah kalian beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
e. Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan beberapa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya.
f. Teliti kembali penulisan dan tata bahasa kalian.
http://uny.ac.id
https://journal.uny.ac.id
http://library.uny.ac.id
http://uny.ac.id
https://journal.uny.ac.id
http://library.uny.ac.id
Comments
Post a Comment